Minggu, 23 Oktober 2011

AVES

AVES( Burung)
Burung mempunyai daya tarik khusus bagi manusia karena berbagai alasan diantaranya adalah burung lebih mudah dilihat daripada hewan lain. Beberapa burung memiliki ukuran besar, sebagian diurnal dan sebagai anggota kelas;maka burung banyak hidup berdampingan dalam lingkungan manusia. Burung memiliki keindahan bentuk dan warna serta cara perkawinan yang menarik. Beberapa aspek pada burung seperti pola terbang,makanan dan kegiatan kawin tidak terlalu sulit untuk diamati.Aspek lain yang menarik adalah tingkahlaku burung,suara,siulan dan nyanyian yang indah yang sangat spesifik bagi tiap-tiap burung. Burung berkembang dari reptilia. Nenek moyang burung adalah Archeopteriyx yang merupakan kombinasi sifat reptilia dan burung dan merupakan mata rantai perkembangan evolusi reptil dan burung yang tergambar melalui temuan fosil zaman Jurasic di daerah bavaria. Beberapa akhli menilai archeopteryx adalah burung purba dan ada pula yang berpendapat sebagai Dinosaurus yang berbuli,di mana bulu tersebut merupakan thermoinsulator yang diperlukan pada waktu terbang. Ada beberapa alasan untuk menempatkan burung sebagai vertebrata tinggi. Burung memiliki struktur tubuh dan fisiologi yang berkembang lebih baik dari pada vertebrata lainnya termasuk mammalia.

Keanekaragaman Arsitektur Burung

Meskipun ada sejumlah kecil burung yang tidak dapat terbang,namun semua struktur aves merupakan bentuk adaptasi untuk terbang. Hal ini jelas tampak pada burung yang tak dapat terbang seperti burung unta dan penguin yang menunjukan bahwa mereka berasal dari nenek moyang yang dapat terbang,adaptasi ini tampak dalam bentuk tubuh yang aerodinamik yang memungkinkan mereka untuk terbang. Berarti lepas dari ukuran tubuh,warna,bentuk paruh dan kaki,terdapat derajat keaneka ragaman struktur yang sangat tinggi untuk kelas aves jika dibandingkan dengan kelas lainnya sperti mammalia. Keaneka ragaman struktur ini menyebabkan sistem klassifikasi yang meliputi perbedaan morfologi sulit untuk dibuat. Masalah dalam sistematika burung Jumlah species burung sangat banyak,bahkan yang terbanyak dibandingkan dengan kelas lainnya kecuali kelas pisces. Perbedaan antar species seringkali sangat kecil,mungkin hanya pada perbedaan plumage pada masa kawin, tingkah laku,suara yang hanya mugkin teramati oleh seorang yang benar-benar akhli. Kadang-kadang spesies yang hampir mirip bentuk dan warnanya,ternyata berbeda suaranya,sehingga spesiesnya terpisah. Masalah dalam semua sistematika burung,adalah pengenalan konvergensi. Burung yang berbeda ternyata dapat menunjukan hubungan kekerabatan yang dekat,atau dinyatakan berkerabat dekat karena konvergensi dari bentuk yang berbeda yang disebabkan oleh adapatasi terhadap kehidupan. Klassifikasi berdasarkan prinsip filogenetik sangat penting,tetapi sulit untuk dilakukan untuk memilah persamaan dan perbedaan pada burung. Contoh konvergensi adalah kesamaan umum,tetapi memiliki kekhususan seperti :
1. Struktur dan warna paruh,dari burung rangkong dan toucan yang sama-sama beradaptasi untuk memakan buah-buahnan dari pepohonan di hutan tropika.
2. Perbedaan kaki,kedua burung di atas memiliki susunan jari kaki yang berbeda, Secara umum perbedaan kaki lebih konservatif daripada paruh karena itu lebih reliabel,karena itu kedua burung ini tidak diklassifikasikan bersama.
3. Umumnya filogeni burung yang didasarkan pada sifat alur bulu-bulu,bentuk tendon otot tungkai,protein pada albumin telur,tidak dapat diandalkan untuk identifikasi sehari-hari di museum maupun untuk identifikasi di lapangan.
Filogenetik klassifikasi burung pada masa kini. Kini Ornithologist mengenal 27 ordo dari burung yang masih hidup,dan beberapa diantaranya terancam punah. Ada 3 kelompok ordo yaitu : Ratitae ;burung –burung yang berukuran besar,tidak dapat terbang,Carinatae; adalah jenis burung yang dapat terbang,kedua kelompok ini digolongkan sebagai Superordo. Diantara kedua superordo tersebut ada kelompok burung intermediet yaitu burung yang tidak terlalu mahir terbang kelompok tersebut termasuk superordo Tinamae Sistematika yang digunakan dalam panduan ini Sistematika yang digunakan dalam klassifikasi burung berbeda dengan veretebrata lainnya di mana hanya perbedaan morfologi yang menjadi basis klassifikasi. Klassifikasi yang digunakan dalam buku J. E Webb et.al,lebih ditekankan pada penggunaannya daripada filogenetiknya,dan didasarkan terutama pada sifat tingkah laku dan ekologinya. Pertama ;Perbedaan burung yang dapat terbang dan tak dapat terbang.
Kedua ; Pada tipe anak yang baru menetas dibedakan atas precoccial dan altricial. Precoccial ditujukan pada anak burung yang dapat segera meninggalkan sarang setelah menetas untuk mencari makanan, misalnya pada anak ayam atau anak bebek. Altricial;ditujukan pada anak burung yang pada waktu menetas masih tak berbulu,belum dapat berdiri,tetap tinggal di dalam sarang dan diberi makan oleh induknya sampai burung cukup kuat untuk terbang,misalnya pada burung pemangsa dan penyanyi. Bebebrapa diantara ordo ini bersifat intermediat,beberapa jelas precoccial atau altricial. Hampir semua ciconiformes seperti bangau dan blekok adalah altricial,tetapi burung flamingo adalah precocial. Sebaliknya kebanyakan charadiiformes adalah precocial tetapi sebagian lainnya seperti camar dan terna adalah intermediet,yaitu anak-anaknya dapat meninggalkan sarang tetapi masih diberi makan langsung oleh induknya. Ketiga ; Perbedaan berdasarkan distribusi ekologis. Beberapa ordo dikategorikan sebagai burung yang hidup di darat,aquatik dan burung bertengger. Bagian pertama dari sistem klasifikasi ini adalah Burung yang hidup di tanah,seperti Ratitae,Tinamae,Crane dan burung yang diburu (game bird). Bagian kedua adalah burung aquatik yang terdiri atas burung air tawar dan burung laut. Bagian ketiga adalah burung yang hinggap atau bertengger yang dibedakan berdasarkan makanannya yaitu predator dan pemakan udara (aerial feeders),kecuali Pssseriformes yasng dikelompokkan sebagai burung arboreal (hidup di pohon). Distribusi Geografi Bagian yang paling menarik dari distribusi vertebrata terestrial adalah distribusi geografi yang dipengaruhi oleh pemisahan benua (continental drift). Perlu ditekankan di sini bahwa Australia, Antartika,Amerika Selatan dan Afrika bersama-sama dengan India merupakan daratan yang luas yang terpisah pada Zaman Mesozoic.
Burung memiliki kekhususan, karena kemampuannya untuk terbang jauh melintasi lautan. Kemampuan ini mempengaruhi distribusi burung,misalnya burung egret (sej bangau) dapat melintasi lautan Atlantik dari Afrika hingga ke Amerika selatan,sementara bagi burung yang tak terbang jauh maka lautan menjadi barier yang effektif sehingga penyebarannya diskontinyu. (lihat peta). Burung kurang endemik dibandingkan mamalia. Daerah pembiakan burung juga penting dalam distribusi geografis karena posisi burung yang tidak statis dan ada jenis burung yang bermigrasi pada musim tertentu. Tata nama ilmiah Tata nama ilmiah yang diperkenalkan oleh Lineaus yang dikenal sebagai binomial,digunakan secara luas dalam berbagai penamaan spesies. Setiap spesies hewan dan tumbuhan mempunyai nama internasional yang terdiri atas dua nama latin atau nama yang dilatinkan. Pertama adalah nama genus dab kedua adalah sifat. Misalnya Tyto alba * Tyto adalah nama genus burung hantu alba adalah nama dikenal luas yang menunjukan ciri atau sifat khusus dari genus Tyto.

Kelas Aves adalah tetrapoda yang:
1. Hampir seluruhnya ditutupi bulu dan kakinya bersisik yang merupakan ciri mirip reptil
2. Kepala ditopang oleh leher yang fleksibel dan tengkorak berartikulasi dengan condylus osccipital tunggal
3. Otak relatif besar dengan corpora striata yang padat (seringkali diasosiasikan dengan tingkah laku insting) neopalium kecil. Lobus opticus (corpora trigemina) besar.
4. Rahang bawah terdiri atas tulang-tulang yang kompleks,artikulasi antar artikular dan quadrat. Terdapat auditory ossicle yang disebut collumella auris.
5. Suara yang dihasilkan oleh syrinx yang terdapat pada dasar trachea. Larynx rudimenter dan tidak ada pita suara.
6. Tidak mempunyai gigi,kecuali “gigi telur” yang diperlukan untuk membantu penetasan. Mempunyai paruh dari zat tanduk menutupi rahang atas dan bawah
7. Nostril langsung berhubungan dengan buccal cavity. Tidak berpipi,langit-langit sekunder tidak ada.
8. Tungkai muka bermodifikasi menjadi sayap, sehingga burung dapat terbang. Bagian “lengan” bermodifikasi menjadi panjang, jari tengah memanjang untuk menyokong bulu terbang. Sebuah jari anterior terpisah untuk menyokong bulu alula yaitu bulu kecil yang merupakan bulu penting untuk gerakan aerodinamika. Jari posterior yang tereduksi menyokong jari tengah. Tungkai belakang bermodifikasi secara beragam untuk berjalan dengan dua kaki di tanah,atau burung berenang atau kedua-duanya. Umumnya mempunyai mempunyai jari-jari,satu ke arah belakang (hallux), dan tiga ke arah depan. Gelang bahu dan
gelang panggul terspesialisasi dengan baik menunjang berat tubuh baik ketika berjalan,maupun terbang.
9. Tulang panjang maupun tulang vertebrae tidak mempunyai epiphise. Vertebrae cervical berbentuk sadel (heterocoel) di bagian tengah sehingga leher dapat bergerak leluasa; tulang belakang sisanya sangat padat
10.Jantung beruang empat. Lengkung aorta kiri tidakada, eritrosit berbentuk bulat dan berinti.
11. Tidak mempunyai diafragma. Sistem kantung udara yang berkembang dengan baik sangat membantu paru-paru untuk mengedarkan udara ke seluruh tubuh
12.Telur besar dengan kuning telur yang banyak dan Dilindungi oleh cangkang kapur, fertilisasi internal amnion dan alantois terbentuk selama masa perkembanga. Pengeraman dilakukan oleh salah satu induk atau kedua induknya di dalam sarang Setelah menetas anak-anaknya dipelihara oleh induknya. 13. Suhu badan tetap,umumnya lebih tinggi dari pada mamalia yaitu diatas 40 derajat Celcius.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar